PENGERTIAN KONSEP ROUTER
KONSEP ROUTING PADA JARINGAN
2.1 KONSEP ROUTING
Pada
penjelasan ini saya akan menjelaskan
tentang konsep Routing dan jenisnya serta jenis-jenis protokol routing untuk komunikasi antar router di jaringan.
- Penggunaan dan implementasi router
Contoh penggnaan router biasanya berada di perkantoran atau
kampus, dimana router akan menerima sinyal
paket data, dan kemudian router akan melakukan proses routing paket data
tersebut ke lokasi – lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya oleh operator
router.
Router sangat
cocok digunakan pada satu atau lebih gedung perkantoran, kampus, ataupun mall
untuk mentransmisikan paket – paket data ke dalam access point. Dalam hal ini,
router memang memiliki peran ganda yang tumpang tindih dengan access point
dalam jaringan komputer.
2.1.2 Pengertian Routing
Routing
adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan
ke jaringan yang lain ,Rute ini, disebut dengan route dan informasi route
secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan
secara statis ke router lain.
Seorang
administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan
topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang
tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol
yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah
proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu
router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua
router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan
routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan.
Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router
yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang
digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual,
administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi
perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing
statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan
update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk
jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias diterapkan di jaringan
skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
tipe routing dibagi menjadi dua yaitu Static
dan Dynamic, langsung saja pada penjelasan tersebut
· Routing Static
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3
bagian yaitu :
1. Administrator
jaringan yang mengkonfigurasi router
2. Router
melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
3. Routing
statis digunakan untuk melewatkan paket data Seorang administrator harus
menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfiguras router dengan
routing statis.
waycross(config)#ip
route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1 130
Jika interface dari
router down, rute tidak akan dimasukkan ke table routing. Kadang-kadang routing
statis digunakan untuk tujuan backup. Routing statis dapat dikonfigurasi dalam
router yang hanya akan digunakan ketika routing dinamis mengalami kegagalan.
Untuk menggunakan routing statis sebagai backup, harus dilakukan seting
administrative distance ke nilai yang lebih besar daripada protokol routing
dinamis yang digunakan.
Konfigurasi routing statis
Langkah-langkah
untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah sebagai berikut :
ü Langkah
1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja
interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
ü Langkah
2 – masuk ke mode global configuration.
ü Langkah
3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address
seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk administrative
distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak
ü Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk
semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah 1.
ü Langkah 5 – keluar dai mode global
configuration.
ü Langkah
6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan
konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
Router Hoboken
harus dikonfigurasi sehingga dapat mencapai jaringan 172.16.10 dan jaringan
172.16.5.0. Kedua jaringan subnet masknya 255.255.255.0.
Paket yang
tujuannya ke jaringan 172.16.1.0 harus dirutekan ke Sterling dan paket yang
ditujuan ke jaringan 172.16.5.0 haus dirutekan ke Waycross. Dalam hal ini
routing statis bisa digunakan.
Kedua routing statis
tersebut akan dikonfigurasi menggunakan interface local sebagai gateway ke
jaringan yang dituju.
Dua routing statis yang
sama juga dapat dikonfigurasi dengan next-hop address sebagai gateway. Seperti yang
ditunjukkan oleh gambar 1.7. Rute pertama ke jaringan 172.16.1.0 dengan gateway
ke 172.16.2.1. Sedangkan rute kedua ke jaringan 172.16.5.0 dengan gateway ke
172.16.4.2. Administrative distance tidak digunakan, sehingga defaultnya
bernilai 1.
Setelah routing
statis dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah hal yang sangat penting untuk
melakukan verifikasi apakah table routing dan proses routingnya bekerja dengan
baik. Perintah untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif dan untuk
mem-verifikasi routing statis adalah show runningconfig dan show ip route.
ü Berikan
perintah show running-config dalam privileged mode untuk melihat konfigurasi
yang sedang aktif
ü Verifikasi
routing statis yang telah dimasukkan. Jika rute tidak benar, maka diperlukan
kembali lagi ke mode global config untuk menghapus routing statis yang salah
dan masukkan routing yang benar
ü Berikan
perintah show ip route
ü Verifikasi
lagi, apakah table routing yang dimasukkan sudah sesuai dengan tujuan dari hasil
perintah tersebut.
Troubleshooting
konfigurasi routing statis
·
Routing
Dinamis
Routing protocol
adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan
router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar
router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table
routingnya.
Contoh
routing protokol:
· Routing
Information Protocol (RIP)
· Interior
Gateway Routing Protocol (IGRP)
· Enhanced
Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
· Open
Shortest Path First (OSPF)
Routed protocol
digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol menyediakan informasi
yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan
diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
Contoh
routed protocol:
· Internet
Protocol (IP)
· Internetwork
Packet Exchange (IPX)
Autonomous
System (AS)
AS
adalah kumpulan dari jaringan-jaringan yang dalam satu administrasi yang
mempunyai strategi routing bersama. AS mungkin dijalankan oleh satu atau lebih
operator ketika AS digunakan pada routing ke dunia luar.
American
Registry of Internet Numbers (ARIN) adalah suatu service provider atau seorang
administrator yang memberikan nomor identitas ke AS sebesar 16-bit. Routing
protokol seperti Cisco IGRP membutuhkan nomor AS (AS number) yang sifatnya
unik.
Kesimpulan
· Routing
adalah proses bagaimana router melewatkan paket ke jaringan yang dituju
· Routing
protokol adalah komunikasi yang digunakan antar router-router
· Routing
protokol mengijinkan satu router untuk sharing informasi dengan router-router
lain berdasarkan jaringan yang ia ketahui dan jalur terbaik ke jaringan
tersebut
· Algoritma
routing dapat diklasifikasikan sebagai satu dari dua kategori, distance vector
atau link-state
· Autonomous
system (AS) adalak kumpulan dari jaringan-jaringan dalam satu pengawasan
administrasi
2.1.3
Studi kasus konfigurasi routing sederhana di jaringan kecil
pada kali ini saya
akan membahas studi kasus sederhana tentang melakukan konfigurasi routing
sederhana. Saya asumsikan router yang anda gunakan adalah router yang
menggunakan Ubuntu Linux. Studi kasus ini terdiri dari 2 buah router, sebuah
switch dan sebuah modem sebagai gateway. Untuk mengaktifkan fungsi
router di Ubuntu, Dikarenakan saya pada waktu Mata Kuliah Komputer Dasar
saya masih menggunakan Ubuntu jadi saya melakukan studi kasus ini di Ubuntu.
Saya telah
mengaktifkan fungsi router di Ubuntu yang anda pakai sebagai router. Pertama
anda buka terminal pada router A, kemudian anda ketikkan perintah di bawah:
sudo ifconfig eth0
192.168.0.254 netmask 255.255.255.0
perintah
tersebut digunakan untuk melakukan setting alamat IP di kartu jaringan yang
terhubung ke network 192.168.0.0/24, lalu jalankan juga perintah di bawah:
sudo ifconfig eth1 10.0.0.1
netmask 255.255.255.248
perintah
tersebut digunakan untuk melakukan setting kartu jaringan yang terhubung ke
network 10.0.0.0/29. Perintah ifconfig tersebut sifatnya temporer, jika anda
ingin membuatnya permanen, silakan tulis di file /etc/network/interface .
lakukan juga perintah
dibawah untuk router B:
sudo ifconfig eth0
192.168.1.254 netmask 255.255.255.0
perintah
tersebut digunakan untuk melakukan setting alamat IP di kartu jaringan yang
terhubung ke network 192.168.1.0/24, lalu jalankan juga perintah di bawah:
sudo ifconfig eth1 10.0.0.2
netmask 255.255.255.248
perintah
tersebut digunakan untuk melakukan setting kartu jaringan yang terhubung ke
network 10.0.0.0/29.
Untuk
modem, saya asumsikan anda bisa melakukan konfigurasi via user interface dengan
alamat IP 10.0.0.6 dengan netmask 255.255.255.248.
Setelah itu, mari kita
mulai melakukan routing di router A, silakan anda jalankan perintah di bawah:
sudo ip route add default
via 10.0.0.6 netmask 255.255.255.248
lalu jalankan juga
perintah:
sudo ip route add
192.168.1.0/24 via 10.0.0.2
agar
router A dapat mencapai network 192.168.1.0/24 melalui router B yang beralamat
IP 10.0.0.2 dan tidak di lewatkan ke modem atau default gateway. Selain itu
lakukan juga hal yang sama pada router B dengan perintah:
sudo ip route add default
via 10.0.0.6 netmask 255.255.255.248
lalu jalankan juga perintah:
sudo ip route add 192.168.0.0/24 via 10.0.0.1Selesai , semoga studi kasus ini bermanfaat bagi anda,



