Sunday, January 20, 2019

Batik pekalongan

Batik Pekalongan.


batik Pekalongan merupakan salah satu jenis batik yang dibuat oleh masyarakat Pekalongan. Para perajinnya mayoritas tinggal di wilayah pesisir utara pulau Jawa. Terdapat faktor pengaruh kebudayaan dari masyarakat sekitar yang selalu berubah-ubah dan saling meniru pada awalnya sehingga menimbulkan kreativitas para perajin untuk selalu membuat motif batik pekalongan baru.

Asal usul batik Pekalongan


            Batik Pekalongan  dikenal mulai setelah terjadi  perpecahan di kerajaan Mataram yang saat itu di pimpin oleh raja Panembahan Senopati. Peperangan tersebut melawan kolonial Belanda dan perpecahan di lingkup keraton yang sering terjadi hingga menyebabkan beberapa keluarga kerajaan yang hijrah sekaligus menetap ke daerah-daerah lain dan salah satunya, yaitu Pekalongan. Keluarga keraton memiliki kebiasaan dalam hal membatik, di saat mengungsi inilah pembatikan Pekalongan berkembang dan kemudian menyebar ke pelosok wilayah nusantara.

Akhirnya,Batik di daerah Pekalongan tumbuh dengan cepat dan pesat seperti daerah Banyurip,Buaran, Medono, Simbang kulon dan simbang wetan dan Jenggot dan masih banyak kampung- kampung sekitarnya yang menjadi pusat – pusat produksi kerajinan batik. Keluarga keraton yang menetap di pekalongan tersebut membawa pengikut dari daerah lain untuk pindah ke daerah Pekalongan. Di Pekalongan para pengikut secara bersama – sama meneruskan kegiatan membatik dan menjadi salah satu mata pencaharian mereka. Motif batik di daerah Pekalongan sendiri berbeda dengan daerah lain karena motif batik daerah ini disesuaikan dengan keadaan daerah sekitarnya.

Proses pembuatan batik pekalongan di awal abad ke-20 yang dikenal adalah batik tulis dengan berbahan dasar mori buatan dalam negeri maupun luar negeri. Pertama kali dikenal didaerah Pekajangan, yaitu kegiatan menenun yang menghasilkan stagen sedangkan proses benangnya dipintal secara manual. Barulah setelah perang dunia I selesai, proses pembatikan dengan batik cap mulai dikenal di wilayah pekalongan  dengan pemakaian obat-obatan luar negeri seperti buatan Jerman dan Inggris

Perkembangan serta pertumbuhan pembatikan di pekalongan lebih cepat dibandingkan pertenunan stagen. Bahan yang digunakan untuk kainnya ialah hasil tenunan sendiri dan bahan untuk catnya di ambil dari pohon mengkudu, pohon soga, pohon tom, pohon jawa, dan lain-lain.Sampai  saat ini, batik Pekalongan tetap dan  masih dikenal di seluruh Indonesia dan bahkan menjadi andalan untuk mensuplay luar negeri sekalipun. Jadi, cintailah budaya Indonesia, cintailah batik dengan itu anda telah melestarikan budaya Indonesia.


Ciri Khas Motif Batik Pekalongan 

Motif batik Pekalongan mempunyai ciri khasnya sendiri, ciri khas ini tidak lepas dari sejarah batik Pekalongan itu sendiri yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1. Menggunakan Pewarna Soga Ciri khas batik Pekalongan yang pertama yaitu menggunakan pewarna soga. Apa itu pewarna soga? Pewarna soga adalah pewarna kain batik yang alami karena berasal dari tumbuh-tumbuhan baik itu dari kulit kayu maupun akar tumbuhan. Namun sepertinya penggunaan warna alami sudah semakin jarang, mengingat prosesnya yang jauh lebih rumit dibanding penggunaan warna tekstil.
2. Memiliki Warna-warna Cerah Ciri khas batik Pekalongan yang kedua yaitu warna-warna yang cerah. Beberapa warna tersebut antara lain merah, biru, hijau, violet dan orange. 
3. Mayoritas Bermotif Bunga Ciri khas batik Pekalongan yang berikutnya yaitu motif batik yang mayoritas menggunakan motif bunga. Meskipun motif bunga juga sudah umum digunakan di daerah lain, namun yang membedakan motif bunga pada motif batik pekalongan yaitu motif bunganya lebih kecil dibanding motif bunga dari daerah lain. Dengan ukuran motif bunga yang kecil, membuat pemakai yang mempunyai ukuran tubuh besar menjadi terlihat lebih langsing. 
4. Menggunakan Teknik Garis dan Titik Ciri khas batik Pekalongan yang terakhir adalah banyak menggunakan teknik garis dan titik. Penggunaan garis dan titik pada motif batik pekalongan disebabkan pengaruh budaya luar terhadap perkembangan motif batik tersebut diantaranya budaya tionghoa dan budaya arab. 

Inilah mengapa motif batik pekalongan disebut unik, karena motif ciri khas-nya ternyata tidak luput dari pengaruh budaya luar dan teknik pewarnaan menggunakan bahan alami pada awal-awal sebelum pewarna tekstil muncul seperti sekarang.

Bagaimana, tertarik untuk menjadikan batik Pekalongan ini sebagai salah satu koleksi di rumah kawan? Tak harus datang ke Pekalongan terlebih dahulu untuk mendapatkannya, karena batik ini sudah dijual hingga ke seluruh kawasan yang ada di Indonesia. Bahkan, kawan juga dapat memesannya secara online.
😃😊

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home