Monday, January 21, 2019

PENGERTIAN KONSEP ROUTER


KONSEP ROUTING PADA JARINGAN


2.1  KONSEP ROUTING
Pada penjelasan ini saya  akan menjelaskan tentang konsep Routing dan jenisnya serta jenis-jenis protokol routing untuk komunikasi  antar router di jaringan.

  1.     Penggunaan dan implementasi router

Contoh penggnaan router biasanya berada di perkantoran atau kampus, dimana router akan menerima sinyal paket data, dan kemudian router akan melakukan proses routing paket data tersebut ke lokasi – lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya oleh operator router.
Router sangat cocok digunakan pada satu atau lebih gedung perkantoran, kampus, ataupun mall untuk mentransmisikan paket – paket data ke dalam access point. Dalam hal ini, router memang memiliki peran ganda yang tumpang tindih dengan access point dalam jaringan komputer.
2.1.2  Pengertian Routing
Routing adalah suatu protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan yang lain ,Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke router lain.

Seorang administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan. Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil. Sedangkan routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
 tipe routing dibagi menjadi dua yaitu Static dan Dynamic, langsung saja pada penjelasan tersebut
·       Routing Static
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1.     Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
2.     Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
3.     Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data Seorang administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk mengkonfiguras router dengan routing statis.

   administrator jaringan dari router Hoboken harus mengkonfigurasi routing statis ke jaringan 172.16.1.0/24 dan 172.16.5.0/24. Karena itu administrator memasukkan 2 perintah ke router. Administrative distance adalah parameter tambahan yang menunjukkan reliabilitas dari rute. Semakin kecil nilai administrative distance semakin reliable rutenya. Oleh Karen itu rute dengan administrative distance yang lebih kecil harus diberikan pertama kali sebelum administrative distance yang lebih besar diberikan. Default administrative distance saat menggunakan routing statis adalah 1. ketika interface luar dikonfigurasi sebagai gateway, routing statis akan ditunjukkan dalam tabel routing sebagai informasi yang “directly connected”. Untuk melihat informasi administrative distance digunakan perintah show ip route. Nilai dari administrative distance adalah antara 0 sampai dengan 255 yang diberikan setelah next-hop atau outgoing interface. Contoh:

waycross(config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1 130

Jika interface dari router down, rute tidak akan dimasukkan ke table routing. Kadang-kadang routing statis digunakan untuk tujuan backup. Routing statis dapat dikonfigurasi dalam router yang hanya akan digunakan ketika routing dinamis mengalami kegagalan. Untuk menggunakan routing statis sebagai backup, harus dilakukan seting administrative distance ke nilai yang lebih besar daripada protokol routing dinamis yang digunakan.
Konfigurasi routing statis
    Langkah-langkah untuk melakukan konfigurtasi routing statis adalah sebagai berikut :

ü  Langkah 1 – tentukan dahulu prefix jaringan, subnet mask dan address. Address bias saja interface local atau next hop address yang menuju tujuan.
ü  Langkah 2 – masuk ke mode global configuration.
ü  Langkah 3 – ketik perintah ip route dengan prefix dam mask yang diikuti dengan address seperti yang sudah ditentukan di langkah 1. Sedangkan untuk administrative distance bersifat tambahan, boleh digunakan boleh tidak
ü   Langkah 4 – ulangi langkah 3 untuk semua jaringan yang dituju yang telah ditentukan pada langkah 1.
ü   Langkah 5 – keluar dai mode global configuration.
ü  Langkah 6 – gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan konfigurasi yang sedang aktif ke NVRAM.
 Router Hoboken harus dikonfigurasi sehingga dapat mencapai jaringan 172.16.10 dan jaringan 172.16.5.0. Kedua jaringan subnet masknya 255.255.255.0.
Paket yang tujuannya ke jaringan 172.16.1.0 harus dirutekan ke Sterling dan paket yang ditujuan ke jaringan 172.16.5.0 haus dirutekan ke Waycross. Dalam hal ini routing statis bisa digunakan.
Kedua routing statis tersebut akan dikonfigurasi menggunakan interface local sebagai gateway ke jaringan yang dituju.
Dua routing statis yang sama juga dapat dikonfigurasi dengan next-hop address sebagai gateway. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1.7. Rute pertama ke jaringan 172.16.1.0 dengan gateway ke 172.16.2.1. Sedangkan rute kedua ke jaringan 172.16.5.0 dengan gateway ke 172.16.4.2. Administrative distance tidak digunakan, sehingga defaultnya bernilai 1.
Setelah routing statis dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah hal yang sangat penting untuk melakukan verifikasi apakah table routing dan proses routingnya bekerja dengan baik. Perintah untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif dan untuk mem-verifikasi routing statis adalah show runningconfig dan show ip route.
*    Adapaun langkah-langkah untuk melakukan verifikasi konfigurasi routing statis adalah:

ü  Berikan perintah show running-config dalam privileged mode untuk melihat konfigurasi yang sedang aktif
ü  Verifikasi routing statis yang telah dimasukkan. Jika rute tidak benar, maka diperlukan kembali lagi ke mode global config untuk menghapus routing statis yang salah dan masukkan routing yang benar
ü  Berikan perintah show ip route
ü  Verifikasi lagi, apakah table routing yang dimasukkan sudah sesuai dengan tujuan dari hasil perintah tersebut.

Troubleshooting konfigurasi routing statis
Pada makalah ini saya akan memberikan contoh konfigurasi routing statis dalam Hoboken untuk mengakses jaringan pada Sterling dan Waycross, seperti yang dilihat pada gambar di bawah ini. Pada konfigurasi di router Sterling jaringan 172.16.1.0 tidak dapat mencapai jaringan di Waycross 172.16.5.0.
·       Routing Dinamis
Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Contoh routing protokol:
·       Routing Information Protocol (RIP)
·       Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
·       Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
·       Open Shortest Path First (OSPF)

Routed protocol digunakan untuk trafik user langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.

Contoh routed protocol:

·       Internet Protocol (IP)
·       Internetwork Packet Exchange (IPX)
Autonomous System (AS) 
AS adalah kumpulan dari jaringan-jaringan yang dalam satu administrasi yang mempunyai strategi routing bersama. AS mungkin dijalankan oleh satu atau lebih operator ketika AS digunakan pada routing ke dunia luar.
American Registry of Internet Numbers (ARIN) adalah suatu service provider atau seorang administrator yang memberikan nomor identitas ke AS sebesar 16-bit. Routing protokol seperti Cisco IGRP membutuhkan nomor AS (AS number) yang sifatnya unik. 
 Kesimpulan
·       Routing adalah proses bagaimana router melewatkan paket ke jaringan yang dituju
·       Routing protokol adalah komunikasi yang digunakan antar router-router
·       Routing protokol mengijinkan satu router untuk sharing informasi dengan router-router lain berdasarkan jaringan yang ia ketahui dan jalur terbaik ke jaringan tersebut
·       Algoritma routing dapat diklasifikasikan sebagai satu dari dua kategori, distance vector atau link-state
·       Autonomous system (AS) adalak kumpulan dari jaringan-jaringan dalam satu pengawasan administrasi

2.1.3      Studi kasus konfigurasi routing sederhana di jaringan kecil

pada kali ini saya akan membahas studi kasus sederhana tentang melakukan konfigurasi routing sederhana. Saya asumsikan router yang anda gunakan adalah router yang menggunakan Ubuntu Linux. Studi kasus ini terdiri dari 2 buah router, sebuah switch dan sebuah modem sebagai gateway. Untuk mengaktifkan fungsi router di Ubuntu, Dikarenakan saya pada waktu Mata Kuliah Komputer Dasar saya masih menggunakan Ubuntu jadi saya melakukan studi kasus ini di Ubuntu.
 Saya telah mengaktifkan fungsi router di Ubuntu yang anda pakai sebagai router. Pertama anda buka terminal pada router A, kemudian anda ketikkan perintah di bawah:
 sudo ifconfig eth0 192.168.0.254 netmask 255.255.255.0
perintah tersebut digunakan untuk melakukan setting alamat IP di kartu jaringan yang terhubung ke network 192.168.0.0/24, lalu jalankan juga perintah di bawah:
 sudo ifconfig eth1 10.0.0.1 netmask 255.255.255.248
perintah tersebut digunakan untuk melakukan setting kartu jaringan yang terhubung ke network 10.0.0.0/29. Perintah ifconfig tersebut sifatnya temporer, jika anda ingin membuatnya permanen, silakan tulis di file /etc/network/interface .
lakukan juga perintah dibawah untuk router B:
 sudo ifconfig eth0 192.168.1.254 netmask 255.255.255.0
perintah tersebut digunakan untuk melakukan setting alamat IP di kartu jaringan yang terhubung ke network 192.168.1.0/24, lalu jalankan juga perintah di bawah:

 sudo ifconfig eth1 10.0.0.2 netmask 255.255.255.248
perintah tersebut digunakan untuk melakukan setting kartu jaringan yang terhubung ke network 10.0.0.0/29.
Untuk modem, saya asumsikan anda bisa melakukan konfigurasi via user interface dengan alamat IP 10.0.0.6 dengan netmask 255.255.255.248.
Setelah itu, mari kita mulai melakukan routing di router A, silakan anda jalankan perintah di bawah:
 sudo ip route add default via 10.0.0.6 netmask 255.255.255.248
lalu jalankan juga perintah:
 sudo ip route add 192.168.1.0/24 via 10.0.0.2
agar router A dapat mencapai network 192.168.1.0/24 melalui router B yang beralamat IP 10.0.0.2 dan tidak di lewatkan ke modem atau default gateway. Selain itu lakukan juga hal yang sama pada router B dengan perintah:
 sudo ip route add default via 10.0.0.6 netmask 255.255.255.248
lalu jalankan juga perintah:
 sudo ip route add 192.168.0.0/24 via 10.0.0.1


Selesai , semoga studi kasus ini bermanfaat bagi anda,


 
 




Sunday, January 20, 2019

Batik pekalongan

Batik Pekalongan.


batik Pekalongan merupakan salah satu jenis batik yang dibuat oleh masyarakat Pekalongan. Para perajinnya mayoritas tinggal di wilayah pesisir utara pulau Jawa. Terdapat faktor pengaruh kebudayaan dari masyarakat sekitar yang selalu berubah-ubah dan saling meniru pada awalnya sehingga menimbulkan kreativitas para perajin untuk selalu membuat motif batik pekalongan baru.

Asal usul batik Pekalongan


            Batik Pekalongan  dikenal mulai setelah terjadi  perpecahan di kerajaan Mataram yang saat itu di pimpin oleh raja Panembahan Senopati. Peperangan tersebut melawan kolonial Belanda dan perpecahan di lingkup keraton yang sering terjadi hingga menyebabkan beberapa keluarga kerajaan yang hijrah sekaligus menetap ke daerah-daerah lain dan salah satunya, yaitu Pekalongan. Keluarga keraton memiliki kebiasaan dalam hal membatik, di saat mengungsi inilah pembatikan Pekalongan berkembang dan kemudian menyebar ke pelosok wilayah nusantara.

Akhirnya,Batik di daerah Pekalongan tumbuh dengan cepat dan pesat seperti daerah Banyurip,Buaran, Medono, Simbang kulon dan simbang wetan dan Jenggot dan masih banyak kampung- kampung sekitarnya yang menjadi pusat – pusat produksi kerajinan batik. Keluarga keraton yang menetap di pekalongan tersebut membawa pengikut dari daerah lain untuk pindah ke daerah Pekalongan. Di Pekalongan para pengikut secara bersama – sama meneruskan kegiatan membatik dan menjadi salah satu mata pencaharian mereka. Motif batik di daerah Pekalongan sendiri berbeda dengan daerah lain karena motif batik daerah ini disesuaikan dengan keadaan daerah sekitarnya.

Proses pembuatan batik pekalongan di awal abad ke-20 yang dikenal adalah batik tulis dengan berbahan dasar mori buatan dalam negeri maupun luar negeri. Pertama kali dikenal didaerah Pekajangan, yaitu kegiatan menenun yang menghasilkan stagen sedangkan proses benangnya dipintal secara manual. Barulah setelah perang dunia I selesai, proses pembatikan dengan batik cap mulai dikenal di wilayah pekalongan  dengan pemakaian obat-obatan luar negeri seperti buatan Jerman dan Inggris

Perkembangan serta pertumbuhan pembatikan di pekalongan lebih cepat dibandingkan pertenunan stagen. Bahan yang digunakan untuk kainnya ialah hasil tenunan sendiri dan bahan untuk catnya di ambil dari pohon mengkudu, pohon soga, pohon tom, pohon jawa, dan lain-lain.Sampai  saat ini, batik Pekalongan tetap dan  masih dikenal di seluruh Indonesia dan bahkan menjadi andalan untuk mensuplay luar negeri sekalipun. Jadi, cintailah budaya Indonesia, cintailah batik dengan itu anda telah melestarikan budaya Indonesia.


Ciri Khas Motif Batik Pekalongan 

Motif batik Pekalongan mempunyai ciri khasnya sendiri, ciri khas ini tidak lepas dari sejarah batik Pekalongan itu sendiri yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1. Menggunakan Pewarna Soga Ciri khas batik Pekalongan yang pertama yaitu menggunakan pewarna soga. Apa itu pewarna soga? Pewarna soga adalah pewarna kain batik yang alami karena berasal dari tumbuh-tumbuhan baik itu dari kulit kayu maupun akar tumbuhan. Namun sepertinya penggunaan warna alami sudah semakin jarang, mengingat prosesnya yang jauh lebih rumit dibanding penggunaan warna tekstil.
2. Memiliki Warna-warna Cerah Ciri khas batik Pekalongan yang kedua yaitu warna-warna yang cerah. Beberapa warna tersebut antara lain merah, biru, hijau, violet dan orange. 
3. Mayoritas Bermotif Bunga Ciri khas batik Pekalongan yang berikutnya yaitu motif batik yang mayoritas menggunakan motif bunga. Meskipun motif bunga juga sudah umum digunakan di daerah lain, namun yang membedakan motif bunga pada motif batik pekalongan yaitu motif bunganya lebih kecil dibanding motif bunga dari daerah lain. Dengan ukuran motif bunga yang kecil, membuat pemakai yang mempunyai ukuran tubuh besar menjadi terlihat lebih langsing. 
4. Menggunakan Teknik Garis dan Titik Ciri khas batik Pekalongan yang terakhir adalah banyak menggunakan teknik garis dan titik. Penggunaan garis dan titik pada motif batik pekalongan disebabkan pengaruh budaya luar terhadap perkembangan motif batik tersebut diantaranya budaya tionghoa dan budaya arab. 

Inilah mengapa motif batik pekalongan disebut unik, karena motif ciri khas-nya ternyata tidak luput dari pengaruh budaya luar dan teknik pewarnaan menggunakan bahan alami pada awal-awal sebelum pewarna tekstil muncul seperti sekarang.

Bagaimana, tertarik untuk menjadikan batik Pekalongan ini sebagai salah satu koleksi di rumah kawan? Tak harus datang ke Pekalongan terlebih dahulu untuk mendapatkannya, karena batik ini sudah dijual hingga ke seluruh kawasan yang ada di Indonesia. Bahkan, kawan juga dapat memesannya secara online.
😃😊
Read more »